Source:
Orangutan Monyet besar berwarna merah, dan berambut panjang
ini terdapat di hutan-hutan dataran rendah di Sumatra Utara
dan
kalimantan. Orangutan jantan dewasa mempunyai pipi
yang
lebar yang banyak mengandung jaringan serat dan ini
membuat
wajahnya lebih menonjol daripada yang betina.
Mereka dapat
mencapai berat 90 kg, sedangkan orangutan
betina hanya
mencapai berat 40-50 kg
Monyet diurnal(hanya bepergian pada siang hari) ini
menghabiskan hampir seluruh waktunya di atas pohon.
Mereka
memakan buah-buahan, dan beberapa diantaranya beracun
bagi
manusia, mereka juga memakan tunas dan dedaunan, tetapi
juga memakan telur dan binatang-binatang kecil.
Pengetahuan
mereka yang mendetail tentang
hutan membuat mereka
mampu
mencari pepohonan yang sedang berbuah secara efisien.
Para
orangutan bepergian dari satu
pohon ke pohon yang
lainnya
dengan menggunakan kaki dan tangannya yang seperti kait
untuk berpegangan pada cabang pohon, kemudian
menggunakan
berat badannya untuk dapat berayun maju mundur sehingga
mereka mampu mencapai pohon berikutnya. Mereka sangat
sulit untuk bepergian, dan hanya mampu berkelana sejauh
beberapa ratus meter per hari, mereka membuat sarang di
atas pohon untuk beristirahat pada malam hari.
Orangutan
dewasa yang lebih berat dan sudah tua hanya mampu
beristirahat di bawah pohon, hal ini menimbulkan adanya
cerita tentang manusia hutan liar.
Orangutan hidup menyendiri, terpisah dari kelompoknya,
walau terkadang anak-anaknya bermain bersama-sama. Si
betina mencapai kedewasaaan pada usia 10 tahun, mereka
dapat mempunyai tiga atau empat anak selama hidup
mereka.
Para induk betina akan berhenti menyusui anaknya saat
anaknya mencapai usia sekitar 3 tahun. Anak-anak
orangutan
meninggalkan ibunya pada usia 7-10 tahun. Para
orangutan
jantan dewasa akan melindungi para betina yang berada
di
jangkauan wilayah mereka dari orangutan jantan yang
lainnya. Mereka menyiarkan keberadaanya dengan cara
berseru
dengan keras, dan bila bertemu muka dengan pejantan
yang
lain mereka akan menunjukan sikap yang agresif dan
bahkan
terkadang berkelahi.
Para binatang ini sangat luarbiasa kuatnya, mereka
mampu
membelah buah-buahan hutan yang keras dengan mudah, dan
juga trampil serta mempunyai sifat yang sangat
penasaran.
Suatu hari, sebuah kamera dengan tidak sengaja
ketinggalan
di hutan dan ini menarik perhatian orangutan liar
tersebut,
kemudian kamera itu ditemukan dalam keadaan terbongkar.
Namun tidak rusak sama sekali.
Orangutan terancam punah oleh hilangnya habitat hutan
dan
perburuan, kadang-kadang orangutan betina dibunuh
kemudian
bayinya diperjualbelikan. Akan tetapi, sejumlah daerah
konservasi yang berada di Indonesia dan Malaysia
mengandung
populasi orangutan yang cukup banyak, dan kampanye
berkepanjangan tentang anti perburuan dan penebangan
liar
telah mengurangi perdagangan binatang liar.
More reviews about the Tropical Wildlife of Indonesia & South East Asia