Ragam
Pembelajaran dengan
Pendekatan Tematik di Lapangan
pembelajaran tematik untuk
guru-guru sekolah
dasar di
Indonesia bisa dikatakan
relatif baru. Sehingga tidak
sedikit guru-guru SD di
lapangan yang mengalami
kesulitan. Bagi guru yang tidak
sabar alias mudah putus asa,
ia akan segera beralih pada
pola lama.
Tingkat kesulitan yang
dialami guru-guru kelas
rendah sekolah dasar dalam
mengimplementasikan
pembelajaran tematik ini
setidaknya dapat digolongkan
menjadi dua. Pertama,
sejak awal guru kesulitan
sekali memahami konsep
pembelajaran tematik.
Kesulitan ini dialami sejak masa sosialisasi
Seperti kita ketahui bersama embelajaran
pembelajaran tematik. Apa yang disampaikan
dengan
pendekatan tematik untuk sekolah dasar
fasilitator dalam penataran-penataran sama sekali
mulai dimunculkan sejak Kurikulum Berbasis
tidak bisa mereka tangkap. Mereka hanya diam
Kompetensi (KBK) dan berlanjut ke kurikulum saat
saja dan tidak mau bertanya.
ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Pada era KBK, pembelajaran tematik
Kedua, guru sudah memahami konsep
(singkatan dari pendekatan dengan pendekatan
pembelajaran tematik pada saat penataran,
tematik) diterapkan untuk kelas I dan kelas II.
tetapi menjadi pusing tujuh keliling kala mereka
Untuk kelas III hingga kelas VI menggunakan
mengimplementasikannya di kelas. Karena
pendekatan mata pelajaran. Sedangkan pada
didorong tidak mau bingung terus-menerus takut
KTSP pembelajaran dengan pendekatan tematik
dapat menimbulkan stress, akhirnya mereka
diberlakukan mulai kelas I hingga kelas III.
kembali pada pola lama. Mereka tidak mau
menggunakan pendekatan pembelajaran tematik
Dalam perjalanannya, dari sosialisasi sampai
karena tidak mau menambah masalah lagi.
penerapan, pembelajaran tematik ini di lapangan
Mereka sudah merasa memiliki banyak masalah
banyak mengalami kendala.