" Setiap dokter gigi pada suatu saat dalam kariernya akan merasa bahwa pofesinya merupakan profesi yang penuh dan menarik. Dia harus memiliki pengetahuan dan terlatih dalam bidang biologik seperti halnya seorang dokter, dia harus mampu mendisain dan membangun suatu struktur seperti halnya seorang insinyur, dan disamping itu, mampu menunjukkan sifat halus seorang seniman untuk dapat menghasilkan hasilhasil estetik yang demikian perlu dalam pemugaran gigi,"
demikian Dr. Stanley Tylman pernah berkata. Dan semua keahlian serta pengalaman itu ditantang dalam pembuatan mahkota dan jembatan gigi secara antropometri dan klinik dengan hasil sebagian besar
berstatus PCM borderline dan PCM ringan dan hanya 4% berstatus PCM berat. Keadaan ini belum merupakan problem yang serius sebab jalan masih terbuka lebar untuk bisa meningkatkan status gizi dan kesehatan anak-anak balita tersebut. Namun demikian masih perlu diadakan follow-up secara teratur dan berkesinambungan.
Buku yang diterbitkan dalam 2 jilid ini ditulis dengan maksud untuk memberi pengetahuan dasar dari Ilmu Mahkota dan Jembatan (Crown & Bridge prosthodontios atau Fixed partial prosthodontios) yang merupakan suatu bagian dari ilmu kedokteran gigi. Di sini diajarkan cara-cara pembuatan alat-alat penganti gigi berupa mahkota-mahkota untuk memugar bentuk gigi yang mengalami kerusakan dan geligi tiruan yang diikatkan secara tetap pada gigi-gigi yang masih ada untuk mengganti yang hilang.
Dalam kedua jilid buku ini diuraikan masalah-masalah seperti : Indikasi dan kontraindikasi perawatan gigi tiruan jembatan, Diagnosa dan rencana perawatan, Persiapan gigi untuk pemahkotaan, Pencetakan dan pembuatan alat-alat penganti gigi di laboratorium. Disamping itu juga dibahas cara-cara pembuatan mahkota berlapis jaket, gigi pasak, dan diberi uraian tentang restorasi gabungan logam-porselen, penirmanaan jembatan, kegagalan jembatan, pembuatan restorasi tetap pada remaja dan peranan ortodontik dalam penanganan kasus jembatan.
Pengalaman pribadi penulis dalam bidang klinis dan laboratorium selama 25 tahun banyak membantu penulis dalam menyusun tata kerja yang efektif, praktis dan sederhana, dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada umumnya di Indonesia.
Dicetak offset dengan kertas HVS yang tebal serta mutu pencetakan yang baik, buku ini juga dihiasi dengan 148 gambar, yang seluruhnya merupakan lukisan tangan si penulis. Ketekunan dan sentuhan seni penulis tercermin dalam ilustrasi yang indah dari informatif itu.