Bertualang di dalam museum. Pernah memikirkannya? Itulah yang diceritakan buku ini. Claudia mengajak adiknya James untuk
kabur dari rumah
mereka dan tinggal di museum seni Metropolis New York selama beberapa hari untuk memberi pelajaran kepada orangtua mereka agar menghargainya. Mereka telah merencanakan aksi tersebut dan bertindak sesuai rencana. Bersembunyi di dalam museum tanpa ada seorang pun yang tahu keberadaan mereka. Mereka selalu merasa tegang menjelang dibuka dan ditutupnya museum, karena mereka harus bersembunyi di toilet pada saat-saat tersebut. James pernah hampir ketahuan oleh seorang petugas kebersihan, tapi ternyata dia memiliki banyak keberuntungan. Mereka menyelami indahnya setiap sudut baik di siang hari bersama kerumunan orang-orang atau saat mereka hanya berdua saja di malam hari. Hingga suatu hari perhatian Claudia tertuju pada patung “Malaikat”. Patung yang
merupakan koleksi terindah di museum tersebut dan merupakan objek yang mengundang banyak perdebatan para ahli tentang siapa pembuatnya. Bagi Claudia “Malaikat” bukan hanya yang paling indah di dunia tetapi juga yang paling misterius yang pernah dia lihat. Dia ingin menguak misteri dibalik patung itu, apakah patung itu benar-benar merupakan karya Michael Angelo. Petualangan ini membuat mereka pulang ke rumah dengan berbeda, menunjukkan kepada orang tua mereka bahwa Claudia bukan lagi si anak baik yang menjadi korban ketidakadilan keluarga. Buku yang menarik untuk dibaca oleh anak-anak dan juga mereka yang senang bertualang.