Ini adalah momen magis yang Anda tunggu-tunggu. Mungkin ini juga merupakan momen terindah dalam hidup Anda karena Anda telah memasuki dunia ini. Dan ini adalah hal yang sangat berharga dalam hidup Anda: Anda sekarang telah membina suatu hubungan cinta sampai akhir zaman berlandaskan komitmen dengan seorang wanita pujaan hati Anda.
Tatkala Anda menemukan diri Anda berada dalam suatu hubungan cinta yang stabil dengan seorang wanita, satu hal yang utama adalah: hal tersebut merupakan konsekuensi dari suatu komitmen. Hubungan Anda dengan seseorang yang Anda cinta atau dengan dia yang menjadi teman seumur hidup Anda adalah seumpama tanaman yang harus disiram setiap hari untuk menjaganya agar tetap sehat dan tumbuh.
Apakah itu pernikahan? Bagi sebagian besar wanita, pernikahan merupakan jenis hubungan yang kuat dan erat dengan seorang laki-laki. Namun, lebih dari itu, komitmen dalam suatu pernikahan menyimbolkan hubungan seumur hidup.
Pernikahan laksana rumah kartu. Ketika kartu-kartu tersebut ditumpuk-tumpuk begitu saja di atas suatu pondasi yang rapuh, mereka akan jatuh. Oleh sebab itu, pernikahan membutuhkan pondasi yang kuat—komitmen yang utuh.
Sebagian pria menikah tanpa menganggap hal tersebut sebagai suatu komitmen seumur hidup, dan pada akhirnya mereka selalu mendapatkan masalah. Sebaliknya, banyak wanita memandang pernikahan sebagai suatu ikatan cinta kasih yang mendalam antara pria dan wanita, seperti ungkapan cinta yang populer, “sampai ajal memisahkan kita”. Oleh sebab itu, komitmen mengandung arti sebagai keinginan untuk membahagiakan pasangannya melebihi kebahagiaannya sendiri.