Kepemimpinan Rohani
Abad ke-20 merupakan jaman yang paling banyak mengalami kemajuan dalam sejarah umat manusia, tetapi
kepemimpinan Alkitabiah yang efektif
tidak pernah lebih dibutuhkan dibandingkan masa kini. Buku ini akan membahas
pemimpin-pemimpin sekuler yang menunjukkan sifat-sifat kepemimpinan yang sehat. Tujuan utama buku ini ditulis adalah
untuk menolong para pemimpin Kristen mengenali perbedaan antara model kepemimpinan terbaru yang
ngetren saat ini dan kebenaran kekal yang ditetapkan oleh Allah, tidak hanya terbatas pada pemimpin Kristen yang melayani penuh waktu tetapi pedoman yang diberikan juga ditujukan bagi semua
orang Kristen yang berusaha menjadi pemimpin
rohani. Kepemimpinan rohani akan memperlengkapi
mereka yang dipanggil untuk memimpin dengan sarana-sarana untuk mengerakkan umat Allah menurut agenda-Nya.
Kedudukan sebagai pemimpin di sebuah organisasi Kristen tidak membuat seseorang menjadi pemimpin rohani. Kepemimpinan rohani bukanlah sebuah pekerjaan, melainkan sebuah panggilan. Semua organisasi punya potensi untuk bertumbuh dan berhasil, kuncinya adalah kepemimpinan yang efektif.. Hanya jika kita memahami kepemimpinan dalam terang panggilan Allah pada kehidupan kita, baru kita akan diperlengkapi untuk memimpin secara efektif. Orang banyak akan mengikuti pemimpin rohani yang memahami agenda Allah dan yang tahu bagaimana menggerakkan orang banyak untuk mengikuti agenda itu.
Secara garis besar, buku ini akan membahas tentang Tantangan yang dihadapi pemimpin, peranan pemimpin : apa yang dilakukan pemimpin, Persiapan pemimpin : bagaimana Allah mengembangkan pemimpin, Visi pemimpin : darimana pemimpin mendapatkannya dan bagaimana pemimpin menyampaikan visinya, Karakter pemimpin : kehidupan yang menggerakkan orang lain untuk meneladaninya, Tujuan akhir pemimpin : menggerakkan orang banyak menurut agenda Allah, Pengaruh pemimpin : bagaimana pemimpin memimpin, Cara pemimpin mengambil keputusan, Jadwal pemimpin : mengerjakan apa yang penting, Perangkap pemimpin : apa yang membuat pemimpin ditolak, dan terakhir akan dibahas mengenai Ganjaran bagi pemimpin.
Para pemimpin Kristen yang mengenal Allah dan yang tahu cara memimpin secara Kristiani, secara fenomenal akan jauh lebih efektif dibandingkan pemimpin yang paling terampil dan mampu yang memimpin tanpa Allah. Kepemimpinan rohani tidak terbatas untuk gembala atau misionaris saja. Kepemimpinan rohani adalah tanggung jawab semua orang Kristen yang Allah ingin pakai untuk membuat perbedaan di dunia ini.
Definisi kepemimpinan rohani menurut Henry & Richard Blackaby adalah menggerakkan orang-orang berdasarkan agenda Allah.
Teori kepemimpinan sekarang ini menyatakan pemimpin yang baik juga adalah pengikut yang baik, dan ini benar sekali untuk para pemimpin rohani. Kunci bagi pemimpin rohani adalah taat dan mempertahankan apa saja yang Allah singkapkan kepada mereka sebagai kehendak-Nya. Allah tidak meminta para pemimpin untuk memimpikan impian-impian yang hebat bagi-Nya atau untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi. Dia meminta para pemimpin untuk berjalan bersama-Nya dengan begitu intim sehingga ketika Dia menyatakan apa yang ada dalam agenda-Nya, mereka akan langsung menyesuaikan kehidupan mereka dengan kehendak-Nya dan akibatnya akan membawa kemuliaan bagi Allah.
Pengembangan kepemimpinan terjadi melalui perkembangan karakter, karena kepemimpinan adalah masalah karakter. Pembentukan karakter dapat merupakan proses yang lambat, dan kadang-kadang menyakitkan. Pemimpin yang tidak dapat mengakui kesalahannya tidak punya kualifikasi menjadi pemimpin. Kejujuran merupakan sifat yang paling penting yang diinginkan bawahan dari pemimpinnya. Selain karakter, pemimpin dapat disebut efektif bila mempunyai visi dan dapat mengajak orang lain untuk bersama-sama mewujudkan visi tersebut.
Burt Nanus mengakui bahwa tidak ada mesin yang lebih kuat menggerakkan sebuah organisasi untuk mencapai yang terbaik dan keberhasilan jangka panjang dibandingkan visi masa depanyang menarik, berharga, dan dapat dicapai, yang telah dibagikan ke banyak orang.
Para pemimpin yang tidak rela memberi kesempatan kepada orang-orangnya untuk mencari Allah sendiri dan yang tidak aktif mengajar bawahan mereka bagaimana cara mendengar suara Allah telah menjadikan diri mereka sendiri tidak layak sebagai pemimpin rohani. Ujian terbesar untuk kredibilitas seorang pemimpin adalah apakah mereka melakukan apa yang mereka katakan. Ukuran yang pasti tentang keberhasilan seorang pemimpin adalah apakah mereka mampu menggerakkan bawahan mereka dari di mana mereka berada saat ini ke tempat di mana Allah ingin mereka berada. Empat kebiasaan yang pemimpin harus kerjakan secara teratur jika mereka ingin menghasilkan sekelompok pemimpin di sekelilingnya :
Pemimpin mendelegasikan wewenang.
Pemimpin memberikan kebebasan kepada orang-orangnya untuk gagal.
Pemimpin menghargai keberhasilan orang lain.
Pemimpin memberikan dorongan dan dukungan.
Alasan mengapa tidak ada lebih banyak pemimpin rohani yang besar di jaman ini adalah karena tidak ada lebih banyak pria dan wanita yang mau membayar harga. Pemimpin yang bijaksana selalu menyadari bahwa mereka tidak dapat berbuat apa-apa jika mereka terlepas dari hubungan dengan Kristus.
Sepuluh perangkap yang paling sering menjadi penyebab gagalnya seorang pemimpin adalah Kesombongan, Dosa seksual, Sikap sinis, Ketamakan, Malas berpikir, Terlalu peka, Kemalasan rohani, Melalaikan keluarga, Melalaikan tugas administrasi, dan Terlalu lama menjabat. Pemimpin paling mudah jatuh dalam bidang yang paling menjadi kekuatan mereka.
Pemimpin yang bijak tahu bahwa orang bukan merupakan sarana untuk mencapai tujuan, tetapi mereka merupakan tujuan yang akan dicapai.
Saya sangat merekomendasi buku ini dibaca oleh siapa saja yang rindu hidupnya dipakai oleh Tuhan secara lebih efektif lagi. Selain itu buku ini sangat menolong saya yaitu mempersiapkan saya menjadi pemimpin yang bergerak menurut agenda Allah. Secara pribadi buku ini sangat menolong pertumbuhan rohani saya dan memberikan banyak hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan atau pikirkan. Kiranya buku ini dapat memberkati kita semua yang membacanya. Terus bertumbuh dalam DIA. Soli Deo Gloria
More reviews about the Kepemimpinan Rohani