Search
×

Sign up

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Sign In!
×

Sign In

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Sign up!
×

Sign up

Use your Facebook account for quick registration

OR

Sign In

Sign in using your Facebook account

Shvoong Home>Science>Biology>Cara Reproduksi Summary

Cara Reproduksi

Academic Paper Summary   by:uya387    
ª
 
Cara-cara reproduksi

I. Perkembangbiakan pada tumbuhan

A. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan

1. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan biji

Alat perkembangbiakan pada tumbuhan biji terletak pada bunga. Perlkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan biji didahului oleh peristiwa penyerbukan (polinasi) yang dilanjutkan dengan peristiwa pembuahan (fertilisasi)

b. Bunga

Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan biji. Oleh karena itu, tumbuhan biji (spermatophyta) disebut juga tumbuhan bunga (Anthopytha).

1) Bagian-bagian bunga

Bunga mempunyai dua bagian utama, yaitu perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga terdiri atas kelopak dan mahkota. Alat kelamin bunga terdiri atas putik dan benang sari.

Kelopak yaitu alat perhiaan bunga yang berfungsi sebagai pelindung bunga pada saat masih kuncup dan sebagai penyangga bunga pada saat bunga sudah mekar. Kelopak bunga pada umumnya berwarna hijau.

Mahkota yaitu helaian berwarna yang berfungsi untuk menarik perhatian serangga atau hewan lain. Letaknya melingkar disebelah dalam kelopak dan mengelilingi alat kelamin bunga.

Selain dilengkapi kelopak dan mahkota, bunga ada yang dilengkapi dengan aroma dan kelenjar madu untuk mengundang kedatangan hewan tertentu.

Putik yaitu alat kelamin betina yang terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah. Kepala putik merupakan tempat berlangsungnya penyerbukan. Didalam bakal buah terdapat bakal biji yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Antara kepala putik dan bakal buah duhubungkan oleh tangkai putik.

Benang sari yaitu alat kelamin jantan yang terdiri atas tangkai sari dan kepala sari. Didalam kepala sari terdapat kantung serbuk sari yang menghasilkan serbuk sari.

2) Macam bunga

Berdasarkan kelengkapan bagiannya, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tak lengkap. Bunga lengkap yaitu bunga yang mempunyai seluruh bagian bunga yang terdiri atas perhiasan (kelopak dan mahkota) serta alat kelamin (putik dan benang sari). Contohnya bunga sepatu, bunga bougenvile. Bunga tak lengkap yaitu bunga yang tak mempunyai saalah satu bagian atau beberapa bagian bunga. Contohnya bunga jagung, bunga kelapa dan bunga salak.

Berdasarkan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi bunga sempurna (bunga banci) dan bunga tak sempurna. Bunga sempurna yaitu bunga yang mempunyai putik dan benang sari diebut juga berkelamin dua (diesis). Bunga tak sempurna yaitu bunga yang hnay mempunyai salah satu alat kelamin, disebut juga berkelamin tunggal (monoesis). Bunga yang alat kelaminnya berupa benang sari disebut bunga jantan (masculus).

3) Macam tumbuhan

Berdasarkan alat kelamin yang dimiliki, tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tubuhan berumah satu dan tumbuhan berumah dua.

Tumbuhan berumah satu yaitu tumbuha yang mempunyai alat kelamin jantan maupun betina dalam satu pohon. Bunga dalam pohon tersebut dapat berupa bunga sempurna ataupun bunga tak sempurna. Contoh tumbuhan beruumah satu yang berbunga sempurna antara lain terung, kacang panjang. Contoh tumbuhan berumah satu yang berbunga tak sempurna antara lain kelapa, jagung, dan mentimun.

Tumbuhan berumah dua yaitu tumbuhan yang hanya mempunyai satu jenis alat kelamin dalam satu pohon. Bunga pada tumbuhan tersebut merupakan bunga tak sempurna. Contoh tumbuhan berumah dua antara lain pakis haji, melinjo, dan salak.

c. Penyerbukan (polinasi)

Adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari pada kepal putik (tumbuhan biji tertutup) atau pada tetes penyerbukan (tumbuhan biji terbuka).

Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dibedakan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut :

1) Penyerbukan sendiri (autogami), jika serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga. Penyerbukan sendiri pada saat bunga masih kuncup disebut kleistogami.

2) Penyerbukan silang (geitonogami), jika serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang berbeda, tetapi masih dalam satu pohon. Penyerbukan ini disebut juga penyerbukan tetangga.

3) Penyerbukan silang (atogami), jika serbuk sari dan putik berasal dari pohon yang berlainan, tetapi masih satu jenis.

4) Penyerbukan bastar, jika serbuk sari dan putik berasal dari pohon yang berbeda varietas ataupun jenisnya.

Berdasarkan perantara yang menyebabkan sampainya serbuk sari dikepala putik, penyerbukan dibedakan sebagai berikut :

1) Penyerbukan oleh angin (Anemogami)

Mempunyai ciri-ciri :

a. Mahkota kecil atau tidak mempuyai mahkota

b. Serbuk sari banyak, kecil, dan ringan

c. Tangkai benang sari lentur dan mudah goyah

d. Tangkai putik menjulur keluar dan kepala putik besar serta berbulu.

Contohnya adalah padi, gandum, dan cantel.

2) Penyerbukan oleh air (Hidrogami)

Biasanya terjadi pada tumbuhan berbunga yang hidupnya dalam air. Contohnya Hydrilla

3) Penyerbukan oleh hewan (Zoidiogami)

Berdasarkan hewan perantara, penyerbukan dibagi menjadi : (Bersambung...)

Published: June 14, 2010   
Please Rate this Summary : 1 2 3 4 5
Translate Send Link Print
  1. 1. febrina lifatul aysya

    .

    begitu sangat membantu saya dalam tugas. terimakasih.

    1 Rating Sunday, January 13, 2013
X

.