Shvoong Home > Arts & Humanities > WILLIAM SHAKESPEARE Summary

.

WILLIAM SHAKESPEARE Book Summary

Summary rating: 1 stars 5 Ratings
Summary by : Cahyo_Eddy
Visits : 392  words: 900   Published: July 30, 2007
WILLIAM
SHAKESPEARE 1564-1616
Dramawan dan
penyair besar Inggris William Shakespeare dilahirkan tahun 1564 di
Stratford-on-Avon, Inggris. Tampaknya dia peroleh pendidikan dasar
yang lumayan tetapi tak sampai injak perguruan tinggi. Shakespeare
kawin di umur delapan belas (istrinya umur dua puluh enam),
beranak tiga sebelum umurnya mencapai dua puluh satu.
Beberapa tahun
kemudian, dia pergi ke London, menjadi anak panggung dan penulis
drama. Tatkala usianya mencapai tiga puluh Shakespeare sudah
menunjukkan keberhasilan. Dan tatkala umurnya menginjak tiga puluh
empat, dia sudah jadi orang berduit dan dianggap penulis drama
Inggris terkemuka. Sepuluh tahun kemudian, dia sudah membuahkan
karya-karya besar seperti Julius Caesar, Hamlet, Othello, Macbeth
dan King Lear.
Dalam jangka
waktu dua puluh tahun yang punya makna khusus Shakespeare tinggal
di London itu, istrinya tetap tinggal di Stratford. Shakespeare
mati di tahun 1616 pada sekitar ulangtahunnya yang ke-52. Dia
tidak punya keturunan yang hidup.
Ada 38 drama
terkenal ciptaan Shakespeare termasuk beberapa drama kecil yang
mungkin digarap bersama orang lain. Selain itu, dia menulis
sejumlah 154 sonata dan 3 atau 4 sajak-sajak panjang.
Ditilik dari
kegeniusan Shakespeare, hasilnya dan kemasyhurannya yang memang
sudah sewajarnya, mungkin timbul kesan aneh apa sebab namanya
tidak ditempatkan di urutan lebih atas Dalam daftar buku ini. Saya
menempatkan Shakespeare begitu rendah bukan lantaran saya tidak
menghargai daya hasil seninya, tetapi semata-mata karena saya
yakin bahwa pada umumnya kesusasteraan atau tokoh-tokoh seniman
tidaklah punya pengaruh besar dalam sejarah.
Kegiatan
pemuka-pemuka agama, ilmuwan, politikus, para penyelidik, filosof,
para pecipta lebih sering berpengaruh terhadap pelbagai bidang
kehidupan manusia. Misalnya, kemajuan ilmu punya pengaruh besar
terhadap peri kehidupan ekonomi dan politik, dan juga berpengaruh
terhadap kepercayaan agama, sifat filosofis dan perkembangan seni.
Tetapi,
seorang pelukis masyhur, kendati dia punya pengaruh besar terhadap
pelukis lain, tidaklah punya pengaruh apa-apa terhadap
perkembangan musik dan kesusasteraan, konon pula terhadap ilmu
pengetahuan, atau bidang penyelidikan. Hal serupa berlaku pula
untuk bidang-bidang sajak, drama dan musik. Walhasil, secara umum
bisalah dibilang, pengaruh seniman itu cuma menyentuh bidang seni,
bahkan terbatas pada bagian-bagian seni tertentu. Oleh sebab itu,
tak ada tokoh kesusasteraan, musik atau seni lain yang diletakkan
di atas urutan No. 30, malahan hanya sedikit sekali yang
ditampilkan dalam buku ini.
Kalau demikian
halnya, mengapa masih ada juga seniman yang termasuk daftar?
Jawabnya ialah, kesenangan terhadap seni merupakan bagian langsung
(meski tidak selalu merupakan bagian pokok) dalam kehidupan
individu. Dengan kata lain, seseorang bisa menyediakan sebagian
dari waktunya mendengarkan musik, sebagian membaca buku, sebagian
memandang lukisan dan sebagainya. Bahkan apabila waktu yang kita
habiskan untuk mendengarkan musik tak punya pengaruh terhadap
kegiatan kita lainnya (ini tentu saja sesuatu yang
dilebih-lebihkan) toh waktu itu tetap merupakan hal yang penting
dalam hidup kita.
Tentu saja
pribadi seorang seniman bisa saja punya pengaruh terhadap
kehidupan kita lebih dari sekedar waktu yang kita habiskan untuk
mendengarkan musik, membaca buku atau menikmati hasil karya
mereka. Ini lantaran karyanya telah mempengaruhi begitu rupa
baiknya karya seniman lain yang hasilnya kita senangi.
Dalam beberapa
hal, kerja artistik sedikit banyak punya makna filosofis yang
dapat mempengaruhi sikap kita dalam bidang masalah lain. Ini tentu
saja terjadi lebih kerap dalam hal yang berkaitan dengan
kesusasteraan ketimbang dengan musik atau lukisan. Misalnya, dalam
Romeo and Juliet (Act III, scene 1) Shakespeare menulis ucapan
sang pangeran "Mercy but murders, pardoning those that kill,"
jelas menyuguhkan suatu ide (lepas orang terima atau tidak) yang
punya makna filosofis dan lebih punya pengaruh politis ketimbang,
katakanlah, memandang lukisan "Mona Lisa."
Kelihatannya
tak ragu lagi Shakespeare mengungguli semua tokoh-tokoh sastra.
Relatif, sedikit sekali sekarang ini orang baca karya Chaucer,
Virgil atau bahkan Homer, kecuali jika karya mereka itu jadi
ketentuan bacaan sekolah. Tetapi, pementasan sebuah karya
Shakespeare pastilah dapat sambutan. Kelebihan Shakespeare dalam
hal perangkuman bait-bait betul-betul tak tertandingkan dan
kalimat-kalimatnya sering dikutip, bahkan oleh orang yang tak
pernah barang sekali pun melihat atau membaca dramanya. Lebih dari
itu, nyata benar betapa ketenarannya bukanlah sekedar sepintas
lintas. Karyanya menyuguhkan kebahagian kepada pembacanya dan
penontonnya selama hampir empat abad. Karena karya-karya itu sudah
mantap teruji jaman, adalah pantas menganggap bahwa karya
Shakespeare akan terus tenar berabad-abad mendatang.
Dalam hal
menentukan arti penting Shakespeare orang harus memperhitungkan
andaikata dia tak pernah hidup di dunia, drama-dramanya tak akan
pernah ditulis orang samasekali. Tentu saja, sampai batas
tertentu, pernyataan serupa dapat diberikan kepada tiap tokoh
artis atau sastra. Namun, faktor itu tampaknya tidak begitu punya
arti penting khusus dalam penilaian terhadap bobot pengaruh yang
ada pada seniman-seniman ukuran kecil.
Kendati
Shakespeare menulis dalam bahasa Inggris, dia betul-betul tokoh
yang dikenal seseluruh dunia. Jika bukannya suatu bahasa yang
teramat universal, bahasa Inggris adalah paling mendekati ukuran
itu ketimbang bahasa-bahasa lain yang pernah ada. Lagi pula, karya
Shakespeare sudah diterjemahkan secara luas dan karyanya dibaca
dan dipentaskan di pelbagai negeri.
Ada tentu saja
beberapa penulis tenar yang karyanya dikecam oleh
kritikus-kritikus seni. Tidaklah demikian halnya pada Shakespeare
yang karyanya dihargai tanpa cadangan oleh para ahli sastra.
Generasi-generasi penulis drama mempelajari karyanya dan mencoba
meniru sebaik atau mengunggulinya. Gabungan antara pengaruh yang
amat besar terhadap para pengarang dan ketenaran yang tak
berkeputusan di kalangan masyarakatlah yang menempatkan
Shakespeare di urutan cukup tinggi dalam daftar buku ini.

More summaries about the WILLIAM SHAKESPEARE
Please Rate this abstract : 1 2 3 4 5


Add your comment No comments

Comments & Reviews about WILLIAM SHAKESPEARE Book Summary

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------