Apa itu avian influenza? Avian influenza,
atau ''flu burung'' adalah sebuah penyakit menular pada hewan yang disebabkan oleh
virus yang biasanya hanya menyerang
unggas dan kadang-kadang juga menyerang babi.
Virus Avian influenza sangat spesies-spesifik atau menyerang satu jenis spesies saja, namun dalam beberapa kasus virus
ini melompati batas spesiesnya dan menyerang manusia. Virus mana yang menyebabkan penyakit
dengan patogenitas tinggi? Virus influenza tipe A memiliki 16 sub - tipe H dan 9 sub - tipe N. Hanya virus dengan sub - tipe H5 dan H7 saja yang diketahui menimbulkan penyakit dengan patogenitas tinggi.
Apakah virus ini dengan mudah menular
dari unggas kepada manusia?
Tidak. Meski terdapat lebih dari 100 kasus pada
manusia saat wabah penyakit baru-baru ini, namun jumlahnya masih sangat kecil dibanding dengan jumlah unggas yang terkena penyakit dan besarnya kesempatan penularan pada manusia terutama di daerah yang banyak memelihara unggas pekarangan.
Bagaimana manusia bisa terinfeksi?
Kontak langsung dengan unggas yang sakit atau dengan benda dan bagian-bagian lain yang terkontaminasi oleh kotoran hewan, dipandang sebagai salah satu cara utama penularan pada manusia. Hingga saat ini, kebanyakan kasus pada manusia terjadi di daerah pedesaan atau wilayah semi - urban, dimana banyak keluarga yang memelihara unggas dalam jumlah yang tidak terlalu besar dan biasanya berkeliaran dengan bebas, kadang-kadang masuk ke rumah, kadang-kadang berada di pekarangan dimana anak-anak bermain. Karena unggas yang sakit mengeluarkan banyak leleran virus melalui kotoran, dalam kondisi seperti ini kesempatan tertular melalui kotoran yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi oleh virus sangat besar. Penularan lazimnya terjadi saat memotong, mencabut bulu, membersihkan dan saat mempersiapkan unggas sebelum dimasak.
Apa gejala-gejala utama dan dampaknya terhadap kesehatan manusia?
Penyebaran H5N1 pada populasi unggas, yang terjadi terus-menerus, menimbulkan dua risiko utama bagi kesehatan manusia. Yang pertama adalah risiko infeksi secara langsung, saat virus berpindah dari unggas kepada manusia, yang menyebabkan sakit yang parah. Dari sedikit virus yang mampu melompati spesiesnya dan berpindah kepada manusia, H5N1-lah yang paling banyak menyebabkan kasus sakit yang parah dan kematian pada manusia. Perbedaan flu ini dengan flu yang terjadi karena pergantian musim, yang hanya menyebabkan gejala-gejala gangguan pernafasan ringan pada kebanyakan manusia, penyakit yang disebabkan oleh H5N1 menimbulkan gejala-gejala klinis yang sangat agresif dan sangat tidak biasa, yang diikuti dengan memburuknya kondisi tubuh dengan sangat cepat dan sangat fatal.
Gejala-gejala awalnya hampir sama dengan flu biasa seperti batuk dan demam. Meski demikian, penyakitnya berubah cepat menjadi radang paru (pneumonia) dan menyebabkan gagalnya beberapa fungsi organ tubuh. Radang paru, terutama yang disebakan oleh virus primer dan gagalnya beberapa organ tubuh merupakan hal yang sering terjadi. Risiko yang kedua, yang juga menjadi kekhwatiran besar, adalah bahwa virus - jika mendapat kesempatan yang cukup akan berubah bentuk menjadi virus yang sangat mudah menjangkit pada manusia dan menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang yang lain. Perubahan seperti ini akan menjadi awal dari wabah global (sebuah pandemik).
Obat apa yang tersedia untuk penyembuhan?
Dua obat-obatan (yang termasuk kelas neuraminidase yang memperlambat), oseltamivir (yang dijual dengan Tamiflu) dan zanamivir (yang dijual dengan nama Relenza) dapat mengurangi tingkat keparahan dan jangka waktu penyakit yang disebabkan oleh influenza akibat perubahan musim. Kemanjuran menghambat dari neuraminidase bergantung pada pemakaian dalam jangka waktu 48 jam setelah munculnya gejala. Untuk kasus manusia yang terinfeksi H5N1, obat-obat ini berpeluang meningkatkan kemungkinan bertahan jika diberikan dengan segera, namun data-data klinis sangat terbatas. Virus H5N1 diharaprentan terhadap penghambat neuraminidase.
Langkah-langkah pencegahan seperti apa yang harus saya lakukan jika berada di daerah yang terjangkit Avian Influenza?
Jika Anda melewati daerah itu, atau tinggal di daerah yang terjangkit Avian influenza, camkan baik-baik bahwa bahwa flu burung dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah dasar:
Mencegah kontak dengan ayam, itik atau unggas lain kecuali jika memang perlu. Ini adalah cara paling baik untuk mencegah terjangkit virus flu burung.
Anak-anak berisiko tinggi tertular karena mereka mungkin bermain di tempat yang sama dengan tempat unggas berkeliaran.
Ajarkan anak-anak Anda beberapa petunjuk dasar seperti: mencegah kontak dengan unggas apapun, dengan bulunya, dengan kotoran unggas dan kotoran-kotoran yang lain.
Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.
Cuci tangan dengan sabun dan air setiap kali melakukan kontak.
Jangan tidur di dekat unggas.
Jangan memasak dan memberikan unggas yang berasal dari daerah tertular kepada keluarga atau hewan lain.
Proses pemotongan dan persiapan unggas, untuk dikonsumsi, yang berasal dari daerah tertular sangat berbahaya.
Jika tanpa sengaja Anda melakukan kontak dengan unggas di daerah tertular, seperti memegang badannya, menyentuh kotoran unggas atau kotoran lainnya, atau berjalan di atas tanah yang terkontaminasi kotoran ayam:
cucilah tangan Anda dengan sabun dan air setelah terjadinya kontak;
lepaskan sepatu Anda di luar rumah dan bersihkanlah semua kotoran;
dan periksalah suhu tubuh Anda selama tujuh hari berturut-turut, paling sedikit satu kali sehari. Jika suhu tubuh meningkat ( >37.5°C), temuilah dokter atau segera datang ke rumah sakit terdekat.
Langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan saat mengunjungi teman atau kerabat yang dirawat di rumah sakit.
Jika Anda menjenguk pasien yang terkena flu burung, ikutilah saran dari petugas rumah sakit untuk mengenakan pakaian pelindung, termasuk masker, jubah panjang, sarung tangan, dan kacamata pelindung.
Pakaian pelindung seperti ini sangat dibutuhkan terutama jika Anda melakukan kontak langsung dengan pasien dan/atau lingkungan sekitar pasien.
Yang juga penting adalah masker pelindung harus benar-benar pas. Jika tidak pas, mintalah nasihat dari petugas rumah sakit.
Saat meninggalkan kamar pasien Anda harus melepaskan perlengkapan ini dan mencuci tangan Anda dengan sabun dan air.
More summaries about the Segala Hal tentang Flu Burung atau Avian Influenza