Waspadai
Ginjal Anda
Perubahan pola hidup, pola penyakit, pola makan dan berbagai faktor lain berdampak buruk bagi kesehatan
ginjal penduduk Indonesia. Setiap tahunnya diperkirakan 20 orang dari 1 juta penduduk Indonesia mengalami gagal
ginjal. Angka ini cukup valid untuk menjadi peringatan bagi kita semua agar mulai “mewaspadai” ginjal kita mulai dari sekarang!
Penderita Gagal Ginjal Cenderung Meningkat
20 orang dari 1 juta penduduk Indonesia setiap tahunnya diperkirakan menderita gagal ginjal. Tidak semua dari penderita gagal ginjal ini dapat mendapatkan perawatan cuci darah dikarenakan biaya cuci darah yang begitu tinggi. Drs. Amir Karamoy, wakil ketua Yayasan Peduli Ginjal mengungkapkan dari 40.000 pasien gagal ginjal hanya sekitar 4000 orang yang mendapatkan perawatan cuci darah. Sisanya terpaksa harus menderita sampai akhirnya meninggal. Beberapa di antaranya bahkan memilih mengakhiri hidupnya sendiri agar bisa terbebas dari penderitaan. Di masa krisis moneter biaya cuci darah melonjak dari sekitar Rp. 400.000 hingga menjadi Rp. 1.200.000,-. Kejadian ini kemudian mendorong didirikannya Yayasan Peduli Ginjal (Yadugi) yang bertujuan membantu para pasien gagal ginjal untuk mendapatkan perawatan cuci darah dengan harga relatif murah.
Apa Gejala-gejala Gagal Ginjal?
Ginjal adalah organ
tubuh yang memikul beban kerja cukup berat dibandingkan dengan organ-organ tubuh lainnya. Bayangkan, sepasang ginjal Anda setiap hari bekerja keras untuk menyaring atau membersihkan darah dari sisa-sisa metabolisme, termasuk zat-zat racun, Ginjal pulalah yang mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit. Ginjal juga ikut mengatur tekanan darah, dan berperan pada pembentukan sel darah merah serta metabolisme tulang. Jika fungsi ginjal sampai terganggu, maka semua proses tersebut di atas juga menjadi terganggu. Menjaga kesehatan ginjal menjadi satu hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Kita sungguh-sungguh dituntut untuk mewaspadai dan mencermati kondisi kesehatan ginjal terutama karena pada tahap awal, gangguan fungsi ginjal tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu.
Gejala-gejala yang dikeluhkan antara lain adalah rasa lesu, lemah, dan tidak bergairah. Penderita tidak bernafsu makan bahkan sering merasakan mual-mual sampai muntah. Gejala lain yang sering muncul adalah sering cegukan. Kulit terasa gatal serta kelihatan bersisik. Banyak penderita sakit ginjal mengalami gejala sukar tidur dan sulit berkonsentrasi. Otot-otot sering kram. Dalam kondisi yang cukup berat, gerakan-gerakan tubuh menjadi tak terkendali sampai mengalami kejang-kejang atau koma tak sadarkan diri. Kulit penderita biasanya pucat sementara badannya mulai membengkak. Umumnya kencing menjadi sedikit dan tekanan darah meningkat. Nafas menjadi sesak dan bau nafas tercium seperti bau kencing. Hal ini dikarenakan zat-zat “racun” yang biasanya dibersihkan dari tubuh oleh ginjal, tidak dapat dikeluarkan melalui air seni sehingga menumpuk dalam darah. Waspadai pula jika Anda sering buang air kecil di malam hari, namun kemudian jumlah air kencing mulai berkurang, bahkan pada akhirnya tidak bisa buang air kecil sama sekali. Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas, Anda dianjurkan untuk segera menghubungi dokter ahli ginjal agar dapat memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah Penyebab Gagal Ginjal?
Data epidemiologis menunjukkan bahwa di negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia penyebab gangguan fungsi ginjal paling sering diakibatkan oleh penyakit yang disebut dengan istilah glomerulonephritis. Penyakit ini timbul akibat reaksi zat anti yang dikeluarkan tubuh untuk menghancurkan kuman yang masuk tubuh.
Kondisi hidup yang kurang sehat dan tidak higienis di negara-negara berkembang, membuat penduduknya kerap terpapar dengan berbagai kuman penyakit. Untuk mengusir kuman dari tubuh, tubuh secara otomatis menghasilkan zat anti. Namun pada kenyataannya reaksi zat anti dengan kuman juga akan bisa merusak ginjal itu sendiri. Dengan kata lain penyakit ini digolongkan sebagai penyakit auto-immun yang artinya merusak diri sendiri. Hal ini terjadi secara alamiah sehingga tidak mungkin dicegah. Untunglah kondisi semacam ini hanya terjadi pada orang-orang tertentu, dengan kondisi yang tertentu pula.
Penyebab gangguan fungsi ginjal yang lain adalah Diabetes (sakit kencing manis) dan Hipertensi (darah tinggi). Jumlah penderita kedua penyakit ini mengalami peningkatan di seluruh dunia, dan menjadi penyebab utama gagal ginjal terutama negara-negara Barat. Kecenderungan yang sama juga terjadi di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Gangguan fungsi ginjal pada kedua keadaan ini dapat dicegah yaitu dengan mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah secara baik dan ketat sampai normal.
Penyebab gangguan fungsi ginjal yang lain yang masih sering ditemukan di Indonesia adalah batu dan infeksi.Keadaan ini sebenarnya lebih mudah diatasi dengan mengobati infeksi nya dan membuang batu yang ada. Di negara yang maju hal ini sudah jarang ditemukan. Menunda-nunda pengeluaran batu,apalagi sudah menyumbat justru akan mengundang bencana gagal ginjal yang seharusnya tidak perlu terjadi.
Masih banyak lagi hal-hal yang bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal, namun kejadiannya lebih jarang terjadi misalnya dikarenakan oleh penyakit Gout (pirai), malaria, kolesterol yang tinggi, hepatitis, AIDS, dan lain sebagainya. Kebiasaan perilaku yang tidak sehat misalnya merokok, minum minuman beralkohol dan mengkonsumsi zat-zat atau ramuan-ramuan yang tidak jelas komponennya juga perlu dihindari agar tidak merusak fungsi ginjal.