Imunisasi adalah hak anak. Jangan biarkan buah hati anak kehilangan haknya untuk hidup sehat tanpa terganggu oleh kuman penyakit.
1. Vaksin mengandung etil-mercuri yang berbahaya. Yang berbahaya ialah metil-merkuri, bukan etil-merkuri. Batas maksimal yang diijinkan WHO adalah 159 mcg/kg berat badan per minggu. Jumlah yang sangat rendah dibandingkan merkuri di dalam ikan laut. Terbukti memakan ikan tetap aman.
2. MMR tidak menyebabkan autisme. Tidak ada yang tahu penyebab autisme. Beberapa ahli mengatakan autisme disebabkan kekurangan neutransmitter di otak, karena gangguan kehamilan, dan lain sebagainya.
3. Vaksin import atau lokal sama baiknya. Vaksin yang digunakan oleh pemerintah ialah hasil buatan Biofarma, Bandung. DIawasi oleh para ahli dari WHO sehingga kwalitasnya terpercaya oleh seluruh dunia. Dan vaksin yang sama juga dipakai lebih dari sembilan puluh dunia. Vaksin import juga dapat digunakan jika diingikan, badan yang mengawasinya ialah Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM).
4. BCG penyebab bisul dan koreng. Kadang timbul beragam reaksi, tidak sama untuk tiap bayi. Demam, bengkak pada bekas suntikan BCG, campak, dan akan hilang dalam beberapa hari. Kalaua panas menyerang, berikan obat penurun demam, misalnya Sanmol.
5. Walaupun sudah divaksin belum tentu tidak dapat terkena penyakit. Bisa saja, hanya lebih ringan dan tidak menimbulkan resiko kematian. Sedangkan bagi anak-anak yang belum divaksin, tidak dapat melawan penyakit tersebut dan mengakibatkan sakit berat hingga meninggal.