Media
Banyak kolektor
keris di Nusantara, mereka patut dihargai dan diberi penghormatan karena mampu menyimpan dan merawat
karya-karya
empu-empu keris.Lebih ditingkatkan mengenal keris tersebut hingga pada empu pembuatnya, sehingga tau persis bagaimana merawat keris tersebut secara utuh, baik dan benar.
Pamor rekan adalah pamor
yang dirancang
oleh empu, dan dikehendaki oleh empu pembuatnya. Sedangkan pamor tiban adalah pamor yang muncul oleh karena kepasrahan empu kepada Sang Pencipta, sehingga pamor yang muncul diyakini sebagai kehendak Sang Pencipta.Ada beberapa pamor yang dikenal masyarakat seperti : Wos Wutah, Ngulit Semangka, Tambal, Pulo Tirto, Sumsum Buron, Melati Rinonce, Rante, Adeg, Merambut, Sekar Lapes, Ilining Warih, Blarak Sinered, Ron Pakis, Nogo Rangsang, Pari Sawuli, Korowelang, Ron Genduru, Mayang Mekar, Wiji Timun, Kenongo Ginubah, Walang Sinuduk, Tumpal Keli, Bendo Sagodo, Melati Sinebar, Manikem, Bonang Rinenteng, Udan Mas, Sisik Sewu, Puteri Kinurung, Gumbolo Geni, Jung Isi Dunya, Wulan-Wulan, Tunggak Semi, Bawang Sebungkul, Tangkis, Pengawak Waja, Andha Agung, Segara Muncar, Kul Buntet, Dan Riris, Rojo Suleman, Lintang Kemukus, Sada Saler, Satriya Pinayungan, Segara Wedi , Dhadhung Muntir, Klabang Sayuta, Sumur Bandung, Tejo Kinurung dan masih puluhan jenis pamor. Hal ini semua menunjukkan kekayaan dan keaneka ragaman
budaya Nusantara dan tinggi nya karya seni budaya Nusantara.
Cintai budaya sendiri dengan menghargai , menghormati dan melestarikan karya-karya seni budaya leluhur… yang tidak pernah lepas dari nilai-nilai etika dan estetika antara manusia, alam semesta dan Sang Pencipta.
More reviews about the Media