Untuk
ekosistem terumbu karang World Resource Institute mengestimasi luas terumbu karang di indonesia sekitar
51.000 km2. Angka
ini belum mencakup terumbu karang wilayah terpencil atau berada
di perairan agak dalam (inland water). Jika estimassi ini akurat maka 51%
terumbu karang di Asia Tenggara atau 18% terumbu karang di dunia berada
diperairan Indonesia.
Terumbu karang (coral Reef)
merupakan masyarakat organisme yang hidup di dasar perairan dan berupa bentukan
batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat menahan gelombang laut. Sedangkan
organisme-organisme yang dominan adalah binatang karang dengan kerangka kapur,
dan lagae. Terumbu karang dibedakan antara binatang karang atau karang (reef
coral) sebagai suatu ekosistem.
Akibat perilaku destruktif,
terjadi degradasi sumberdaya alam yang tak terkendali. Saat ini terjadi
perubahan pada pemanfaatan ekosistem terumbu karang yang umumnya destruktif dan
tidak berdasarkan kepada keberlanjutan ekosistem tersebut seperti penangkapan
berlebih, penggunaan bom, obat bius, perangkap dan penambangan karang.
Metode penelitian ini adalah
studi
kasus (case study) untuk memberikan gambaran tentang latar belakang,
sifat-sifat serta karakter yang khas dari kasus, tipe pendekatan dan
penelaahannnya terhadap satu kasus dilakukan secara intensif,
mendalam,mendetail dan konperhensif. Dalam hal ini metode studi kasus digunakan
untuk mengkaji lebih dalam aktivitas
ekonomi masyarakat. Dengan menggunakan
teknik survey dalam pengambilan responden, akan memungkinkan model yang
digunakan dapat diadopsi untuk penelitian di daerah lainnya.
Ekosistem terumbu karang
mempunyai
nilai ekonomi yang didasarkan atas perhitungan manfaat dan biaya
pemanfaatan. Manfaat langsung yang dapat dirasa dari keberadaan ekosistem
terumbu karang adalah perikanan karang. Jumlah panenan ikan, kerang dan
kepiting dari terumbu karang secara lestari dapat mencapai 9 juta ton atau
sedikitnya 12 % dari jumlah tangkapan perikanan dunia.
Berdasarkan pemanfaatan ikan
karang konsumsi dengan menggunakan data cross section, nilai ekonomi aktual
ekosistem terumbu karang kepualauan Ternate sebesar Rp 21.027.933.840,00
sedangkan nilai manfaat sekarang sebesar Rp 384.542.778,79 dan nilai ekonomi
sekarang ekosistem terumbu karang Pulau Ternate sebesar Rp 239.081.334,38.
More summaries about the ANALISIS EKONOMI MANFAAT EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA