KIAT
MEMBUKA USAHAOleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No.
829/XVI
"Tahun baru adalah saat
yang tepat
untuk memulai sesuatu yang baru..." Begitulah biasanya yang tekad
seseorang saat mulai pergantian tahun. Nah, sekarang, apakah Anda
juga merencanakan sesuatu yang baru? Mulai dari membeli barang elektronik
atau furniture, memiliki rencana keuangan, rencana karier baru, atau memulai bisnis
yang baru.
Buat yang terakhir ini, tahun 2004 adalah tahun yang penuh
dengan vitalitas
dan agresivitas. "Usaha apapun yang Anda jalankan berpotensi untuk
bisa berhasil..." Itulah rata-rata pendapat para peramal tentang prediksi ekonomi
tahun ini.
Yang pasti, tahun ini bangsa kita mengadakan pemilu. Memang ada yang
memprediksi bakal timbul gejolak. Namun terlepas dari itu, pemilu menyimpan
berbagai potensi dan peluang
USAHA yang bisa digali. Betul, mungkin Anda
khawatir mengenai kondisi keamanan negara ini dengan adanya pemilu. Tapi seperti
kata orang bijak, tidak ada saat yang tepat untuk memulai sesuatu selain
sekarang juga. Janganlah menunda rencana Anda untuk membuka suatu usaha hanya
karena pemilu. Dibalik setiap ketidakpastian kalau Anda jeli - pasti ada
peluang dalam menganalisa situasi.
Nah, untuk itu, bila Anda berniat untuk membuka usaha di Tahun 2004 ini,
silakan simak kiat-kiat berikut:
InformasiYa, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan
mencoba mencari informasi tentang bidang usaha yang akan Anda tekuni. Caranya?
Bisa lewat buku-buku mengenai usaha, seperti cara beternak ayam. Artikel di
media massa, juga bisa menjadi rujukan. Seminar tentang wirausaha bisa Anda
sambangi. Internet juga bisa menjadi pintu Anda menjelajah untuk mendapatkan
informasi dari seluruh dunia. Terakhir, observasi atau wawancara dengan pelaku
usaha yang Anda kenal. Mereka bisa memberi masukan berharga tentang seluk beluk
dunia usaha yang ingin Anda geluti.
TeknisDalam membuka suatu usaha, terus terang Anda tidak bisa
hanya memikirkan segi permodalan atau pemasarannya saja. Semua hal yang
menyangkut urusan teknis juga harus ikut dipikirkan matang-matang. Sekarang,
bagaimana bila Anda tidak menguasainya? Ada berbagai macam buku yang membahas
tentang hal tersebut tanpa adanya istilah-istilah teknis yang njelimet. Atau
kalau perlu Anda juga bisa mencari informasi pada orang yang menguasainya.
Apa saja sih yang dimaksud dengan hal-hal teknis ini? Macam-macam. Misalnya
soal perizinan atau urusan tetek bengek hukum yang lainnya. Suatu usaha juga
perlu pengelolaan keuangan. Jadi mau tidak mau Anda tetap membutuhkan pembukuan
yang teratur, serta melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan
usaha. Begitu juga pengelolaan SDM atau karyawan. Anda harus bisa menghitung
berapa banyak karyawan yang Anda butuhkan, hak dan kewajiban karyawan sesuai UU
Ketenagakerjaan.
Persoalan teknis lainnya, bagaimana memasarkan produk dan jasa Anda,
bagaimana strategi promosi, segmen pasar apa yang dituju, anggaran yang harus
disediakan, menghadapi persaingan dan mengevaluasi pemasaran Anda.
Terakhir adalah teknologi. Mungkin untuk suatu usaha yang kecil, teknologi
belum terlalu diperlukan. Tapi Anda perlu memikirkan jangka panjangnya saat
usaha kian maju dan berkembang. Teknologi tentu akan menghemat banyak tenaga dan
waktu, sehingga pada akhirnya dapat menekan biaya usaha.
PermodalanTidak semua orang punya tabungan yang cukup untuk
membuka usaha. Jadi tak perlu kecil hati. Yang penting Anda sudah mantap. Soal
modal, banyak alternatif yang bisa Anda tempuh. Anda bisa meminjam atau bekerja
sama dengan pihak lain. Meminjam bisa dilakukan pada perorangan atau lembaga.
Carilah bunga pinjaman yang tidak memberatkan dan masih bisa dibayar dengan laba
dari usaha Anda nantinya.
Nah, bila Anda meminjam modal usaha dari orang tua atau teman, mungkin yang
dibutuhkan hanyalah kepercayaan. Tetapi kalau Anda meminjam dari sebuah lembaga
seperti bank, koperasi, atau kantor Anda, maka dibutuhkan proposal usaha yang
berisi detil usaha apa yang akan Anda buka nantinya. Mulailah menganalisa
kebutuhan modal untuk SDM, teknologi, keuangan, masalah pajak dan hukum, iklan
dan pemasaran dalam usaha Anda nantinya.
Alternatif berikut adalah bekerja sama dengan orang lain. Tentunya orang itu
adalah seseorang yang bisa Anda percaya. Walaupun begitu tetap harus ada
perjanjian tertulis untuk kerjasama tersebut agar tidak terjadi masalah di
kemudian hari. Bila setelah semua usaha tersebut dilakukan tetapi modal Anda
masih belum cukup, cobalah untuk mengurangi berbagai pengeluaran yang masih bisa
ditekan. Contohnya dengan membuka usaha di rumah daripada harus sewa kantor.
Bagaimana? Siap membuka usaha di Tahun 2004 ini? Saya doakan Anda berhasil.
Salam.
More summaries about the KIAT MEMBUKA BISNIS