Aroma menyegarkan bungasari pinus meksiko (Pinus montecumae)
dan suara sayup – sayup prenjak jawa (prinia flaviventris) berkicauan akan ditemui
di Tahura ( Taman Hutan Raya) Ir H Juanda, Lembang, Bandung.
Tempat ini “surga” bagi yang hobi petualangan, tracking, botanikus, dan geologis.
Kawasan seluas 526,98 hektar ini bukan hanya tempat konservasi flora dan
fauna, tetapi juga arkeologi dan prasejarah. Terdapat museum berisi artefak, seperti kapak batu dan mata panah. Tahura diresmikan tanggal 14 Januari 1985 oleh Presiden Soeharto. Fungsi Tahura lainnya untuk penyangga resapan air, daerah yang terletak di ketinggian 700 – 1300 meter
dari permukaan laut ini merupakan ekosistem dari berbagai flora dan fauna, baik yang endemis maupun yang tidak.
Berdasarkan hasil inventarisasi tahun 2003 tercatat sedikitnya sembilan fauna khas di tempat ini, antara lain burung kacamata (Zosterops palpebrosus) dan bondol jawa (Lonchura leucogastroides).Sebanyak 112 spesies tanaman dari 40 famili juga ditemukan disini.
Di Tahura terdapat
goa Jepang yang luasnya 350 meter persegi dan memiliki empat pintu dan tiga lorong. Goa yang dibangun tahun 1942 merupakan tempat persembunyian tentara Jepang dari Sekutu.
Sekitar 300 meter timur laut dari Goa Jepang terdapat goa Belanda yang dibangun tahun 1941 berfungsi sebagai pusat stasiun radio telekomunikasi militer Belanda saat itu. Hanya dengan tiket Rp.3000 per orang, anda bisa menikmati petualangan tracking ria sambil menikmati panorama alam di sekitar Tahura Ir H Djuanda.Jaraknya sekitar 6 kilometer dari Dago Pakar sampai Maribaya. Di sepanjang jalan rute jogging track tersebut akan ditemui kicau jalak suren (sturnus contra) atau perkutut (geopelia striata). Kadang – kadang terdengar gonggongan anjing kampung menyalaki kera – kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang memunguti remah – remah makanan pengunjung.
Di Maribaya nanti akan ditemui Curug Omas, air terjun yang sangat indah pemandangannya.
More summaries about the Tahura Ir H Juanda