10 Kesalahan Saat Negosiasi Gaji: Jangan Lakukan ini!!
Intro: Pernahkah Anda merasa sudah mendapatkan gaji yang layak, ternyata belakangan tahu teman sejawat ternyata mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari Anda? Bisa jadi, teman sejawat itu memang memiliki kelebihan lain yang tak Anda miliki. Tapi bukan tidak mungkin, dia memang lebih lihay bernegosiasi pada saat wawancara pekerjaan. Nah, supaya tidak salah langkah, berikut kiat-kiatnya:
Secara garis besar sebenarnya ada 4 kiat utama yang dapat Anda lakukan saat melakukan negosiasi gaji.
A. Jika Anda ditanya berapa gaji yang Anda terima pada pekerjaan sebelumnya, jangan spontan menyebutkan jumlahnya. Sebaliknya Anda harus menanyakan pada pewawancara apa saja pekerjaan yang harus Anda kerjakan, sebelum membicarakan kompensasi. Langkah ini akan membuat Anda yakin dapat mendapatkan kesepakatan jumlah yang pantas pantas Anda terima.
B. Jika pewawancara menayakan berapa gaji yang Anda inginkan ?”, Anda cukpu memberikan beberapa perkiraan gaji yang sudah Anda ketahui yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Jangan lupa menanyakan kembali padanya, berapa rata-rata gaji yang normalnya diberikan oleh perusahaan, sesuai dengan jabatan yang ditawarkan.
C. Apabila Anda mendapat jawaban, gaji yang akan diperoleh berkisar pada jumlah tertentu, dan ditanya apakah jumlah itu sesuai dengan harapan Anda, Anda tinggal menjawab jumlah tersebut hampir mendekati perkiraan atau jauh dari perkiraan. Satu hal yang perlu diingat Anda harus melakukan penelitian terlebih dahulu.
D. Jika pewawancara mengatakan “Gajinya sekian rupiah perbulan”, Anda sebaiknya tidak menampakkan reaksi ekstrim, seperti terlalu gembira atau kecewa. Pikirkan dulu tujuan mengapa Anda ingin pindah ke pekerjaan. Berikan waktu bagi pewawancara untuk menaikkan tawaran. Namun bila tidak ada reaksi apa pun, dan Anda puas, dapat disampaikan jumlah yang sesuai dengan hasil penilaian Anda.
Untuk menghindarkan Anda dari kekecewaan, sebaiknya Anda tidak melakukan ke 10 kesalahan dalam negosiasi, seperti di bawah ini:
1. Jangan mengindari perbincangan tentang masalah gaji, sehingga perusahaan menanyakan tentang “Berapa jumlah gaji yang Anda mau?”
2. Gagal saat melakukan tawar menawar gaji akibat kurangnya pengetahuan dan penelitian tentang perbandingan gaji pada jabatan yang sama dengan perusahaan lain
3. Tidak tahu seberapa berharga keahlian Anda dan seberapa banyak Anda dapat membantu perusahaan untuk berkembang. Jangan pula merendahkan kemampuan diri sendiri. Sebaliknya juga jangan terlalu besar kepala dengan kemampuan diri, apalagi menganggap tidak ada orang yang dapat menggantikan posisi Anda.
4. Percaya kalau perusahaan akan menaikkan gaji anda kelak, dibanding resiko kehilangan pekerjaan
5. Merasa perusahaan adalah orang yang mengendalikan segalanya, saat negosiasi dilakukan Anda memilih pasrah menerima tawaran. Cobalah membuka kemungkinan bernegosiasi, daripada sekedar hanya menceritakan kualifikasi dan kelebihan-kelebihan Anda.
6. Terlalu cepat menanyakan gaji, sebelum pewawancara mendapatkan cukup informasi dan kualifikasi. Jangan sampai Anda juga tidak tahu caranya memulai pembahasan gaji.
7. Lupa menanyakan tunjangan apa saja yang diberikan oleh perusahaan. Hindari pula terlalu banyak berharap pada tunjangan, dari pada berkonsentrasi pada gaji rata-rata posisi anda
8. Membuat kesan kalau bagi Anda gaji bukanlah hal yang penting saat melakukan wawancara.
9. Terlalu memandang hebat sebuah perusahaan, tanpa melihat berapa gaji yang mereka tawarkan. Jangan pula terlalu cepat menerima tawaran gaji pertama atau kedua dari perusahaan. Tidak tahu bagaiman menjawab pertanyaan tentang gaji atau salah mengatakan jumlahnya. Hindari melakukan aksi jual malah padahal Anda sama sekali tidak punya kelebihan, atau berbohong tentang jumlah gaji Anda sebelumnya.
More abstracts about the 10 Kesalahan Saat Negosiasi Gaji