Membicarakan pendidikan pada umumnya dan pendidikan islam pada khususnya, tidak bias dilepaskan dari pembicaraan sumber daya manusia. Hal ini terjadi karena pendidikan sebagai proses untuk mengangkat harkat dan martabat manusia mampu mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Dalam mewujudkan iti maka setidaknya ada kesadaran diri atas segala bentuk perkembangan yang ada dalam dirinya. Dari kesadaran yang sehat itulah yang akhirnya dapat membawa pada kesadaran secara menyeluruh. Manusia beradab itu dapat diakui karena keberanian dalam berproses untuk perkembangan dirinya serta dapat bermanfaat terhadap orang lain sebagai bukti nilai-nilai pendidikan itu dapat ditransformasikan untuk menuju peradaban yang lebih tinggi. Perintah mencari pengetahuan iti tidak hanya ketika kita mempunyai kesempatan untuk melakukan itu, akan tetapi bagaimana kita bias terus mempunyai motifasi yang kuat dari diri kita masing-masing untuk mengembangkan anugrah Allah yang berupa akal dan fikiran ini. Yang tentunya pengelolaan ini adalah untuk mengawal kita kepada tanggung jawab sebagai kholifah fil’ardl dan sebagai bukti pengabdian sang hamba terhadap sang pencipta. Dan tak semudah itu kita dapat mengemaban dan mengaplikasikan atas apa yang telah ditugaskan terhadap kita sebagai seorang hamba yang bertuan. Ketika tidak adanya suatu konsep dalam perjalanan hidup kita. Begitu juga dengan sebuah pendidikan, tidak akan dapat berjalan secara sistematis dan memenuhi target ketika tidak ada suatu konsep untuk menjalankannya.
Berawal dari itulah motivasi penulis untuk meneliti salah satu dari sekian banyak surat yang ada di dalam Al-Qur’an khususnya pada surat Al-Alaq ayat 1-8. Dan dari gerak hati sang penulis untuk mengetahui suatu konsep pendidikan. Islam yang ada didalam surat tersebut.
Dari uraian tersebut, maka untuk pembahasannya dititikberatkan pada pencarian konsep-konsep pendidikan Islam yang terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 1-8. Dengan mengkaji beberapa pesan yang terdapat dalam beberapa kitab, serta kandungan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan pembahasan. Kesemuanya dicari titik temu pada konsep-konsep pendidikan Islam. Karena pada hakikatnya setiap setiap manusia mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu dan mencari tau apa yang belum diketahuinya.
Melihat permasalahan yang ada, juga mempertimbangkan pembahasan ini cenderung bersifat teoritis, maka pengumpulan data-data dilakukan dengan menggunakan teknik Library Research dengan menelaah buku-buku yang korelatif, baik buku primer maupun sekunder. Data-data yang dihimpun dianalisis dengan metode kualitatif dengan pola fakir deduktif dan induktif
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa konsep pendidikan Islam yang terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 1-8 bahwa setiap manusia wajib mencari ilmu dan dan pengetahuan yang belum mereka ketahui. Karena Tuhan telah memberikan apa yang belum kita ketahui dan mengajarkannya melalui “ KALAM” yaitu proses baca tulis segala sesuatu yang ada dimuka bumi baik berupa teori maupun membaca dan menulis setiap gejala yang ada dihadapan.
“Bil Qolam” yanag berarti melalui proses standart pendidikan yang selayaknya.
“Maalam Ya’lam” yang berarti pendidikan ataumpengetahuan yang ada secara tiba-tiba. Dari penjelasan tersebut masih harus dikonstektualisasikan sesuai dengan kondisi yang ada. Tidak tekstual apa adanya. Karena nantibisa bertentangan dengan hak-hak manusiawi individu manusia. Sehingga perlu adanya transformasi konsep-konsep Pendidikan Islam menurut surat Al-Alaq ayat 1-8 secara konstruktif.